Dari Liburan Untuk Terus Berkarya



Dari  Liburan, untuk Terus Berkarya.


Gambar : Suasana Pelaksanaan Event Holiday Writing Sessions hari pertama,
Bersama peserta Jihan (Sebelah Kanan),Marsha (Sebelah Kiri) dan
Fasilitator Bunda Tjut Zakiyah Anshari(Tengah).

Event Holiday Writing Session’s (HWS) yang diadakan oleh Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club telah berlangsung di Halte Kafe, Kabupaten Tulungagung dan diikuti oleh  dua peserta kelas menulis Sekolah Dasar yaitu Nanda Jihan Nuzulul Fariha yang merupakan siswi SD Islam Al Hidayah,, Ngunut, Tulungagung dan Nanda Indiramarsha Mumtaza, Siswi SD Al Irsyad Al Al Islamiyah, Kediri. Acara yang berlangsung pada hari Senin (24/12/2018) dari pukul 08.00 – 14.00 itu adalah salah satu kelas menulis dari tiga kelas menulis yang tersedia pada event Holiday Writing Session’s, adapun kelas menulis yang tersedia pada Event Hoiday Writing  Session’s adalah Kelas Menulis untuk Siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Akhir (SMA), atau sederajatnya.
Pada pertemuan pertama kelas menulis untuk siswa Sekolah Dasar itu,  peserta diajak untuk menggali dan merumuskan ide. Event HWS dimulai dengan pembacaan cerita oleh Bunda Tjut Zakiyah Anshari, yang merupakan fasilitator pada event tersebut. Selain memberikan kesan menarik dan tak menjenuhkan,  adanya cerita tersebut juga digunakan sebagai stimulan untuk mengenali, menggali dan merumuskan ide peserta yang mengikuti event penulisan tersebut, karena satu peserta dengan peserta lain memiliki rumusan ide yang berbeda, yang kemudian berangkat dari rumusan ide tersebut akan dirangkai menjadi sebuah cerita oleh peserta.

Gambar : Hari kedua HWS

Dengan adanya rumusan ide yang telah dibuat oleh peserta, peserta sudah siap melanjutkan tahap penyempurnaan tulisan yang dilakukan pada hari ke-dua Selasa (25/12/2018). Pada hari itu peserta diajak untuk membaca ulang rumusan ide yang berbentuk tulisan. Setelah membaca tulisan tersebut peserta diajak untuk mengembangkan tulisannya dengan memperpanjang atau menghilangkan dan atau mengganti diksi-diksi yang kurang  tepat agar cerita lebih mengalir, sehingga pembaca dapat menikmati bacaanya tersebut. setelah pengembangan tulisan selesai, selanjutnya melakukan koreksi terhadap tulisan berupa huruf dan tanda baca, sebelum akhirnya tulisan sudah siap. 

Jihan dan Marsha adalah sedikit potret terkini dari kepedulian orang tua hebat yang memperhatikan terhadap perkembangan anaknya. Menulis memang skill yang harus selalu dikembangkan, bukan karena menguber soal eksistensialisme menjadi penulis semata, karena menulis sangat berbanding lurus dengan apa yang dirasakan dan dialami oleh Siswa/Siswi setiap hari disekolahnya. Sehingga progres tersebut bukan hanya progres penting milik keluarga saja. Sekolah pun juga memiliki peran penting terhadap Siswa/Siswi-nya.
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.